imgimg

Kalbe Junior Scientist Award lakukan penjurian pertama terhadap  424 karya sains SD-SMP se-Indonesia (18/09/2019).  Dari 424 karya sains SD-SMP ini akan diseleksi menjadi 20 karya terbaik. Mereka yang masuk 20 besar yang terdiri dari 10 kandidat SD dan 10 kandidat SMP akan didampingi  mentor untuk proses pendampingan agar karyanya mendekati karya sains yang lebih ilmiah.

Seperti yang disampaikan Prof. Dr. Nurul Taufiqu Rohman selaku Ketua Juri KJSA Goes Digital 2019, ada beberapa point terkait penentuan 20 kandidat yang masuk ke babak selanjutnya: Pertama, Asas Orisinalitas, artinya karya sains akan dinilai tinggi jika karya sains tersebut tidak menjiplak. Anak diajak kreatif dan mampu menunjukkan nilai kebaruan serta merupakan inovasi walaupun sederhana. Kedua, Asas Perwujudan, artinya ide yang dijabarkan haruslah bisa diimplementasikan dan diuji coba. Karya sains akan mendapat poin tinggi jika misal, robot yang diciptakan memang mungkin dibuat secara nyata, tidak hanya desain namun juga prototipe riil. Ketiga, Asas Manfaat. Artinya ide yang diciptakan haruslah bermanfaat bagi orang banyak, memiliki fungsi dan tujuan yang memang dibutuhkan orang-orang atau sesuai dengan calon penggunanya. Misal menciptakan game anak, maka sesuai dengan tema tersebut, karya memang harus menyasar tepat sasaran. Terangnya, 3 poin ini juga diterapkan di kompetisi KJSA tahun sebelumnya. Tak lupa, haruslah ada nilai keterwakilan daerah di dalamnya. Artinya, jika dipilih 20 anak, 20 anak ini harus berasal dari wilayah yang berbeda-beda, agar setiap daerah dapat menjadi perwakilan seluruh wilayah di Indonesia PDAT/Bernetta Nindya.