BERITA

Mengintip Proses Mentoring Peserta Kalbe Junior Scientist Award

Posted: 10/3/2019 | Views: 323
Proses mentoring murid SD/SMP yang lolos seleksi 20 besar Kalbe Junior Scientist Award (KJSA) telah berlangsung selama satu minggu. Terhitung sejak 20 September 2019, 8 mentor yang ditunjuk sudah berkomunikasi anak-anak ampuannnya, baik via telepon atau pun video call. Tak jarang, ada pula yang tatap muka.

Herry Kwee salah satunya. Mentor KJSA yang ditugaskan membimbing 3 orang anak ini sudah mulai melakukan bimbingan. Muhammad Akbar, Darren Jose Yang dan Callista Samantha Dina Charis adalah 3 murid SD dan SMP yang mendapatkan bimbingan darinya. Sejauh ini, ia telah melakukan video call dan mengirimkan pesan via Whatsapp secara rutin kepada ketiganya.

“Lumayan kan video karena cukup fokus yang dibahas. Yang intens video satu murid SD, yaitu Darren. Sudah beberapa kali kirim video pendek 10 menit. Seringkali dia kirim video hasil kerja dia.” Jelas Herry Kwee melalui wawancara via Whatsapp (3/10/2019)

Pernyataan ini didukung oleh Petrus, selaku pembimbing dimana Darren sekolah. Melalui wawancara via Whatsapp, ia memaparkan jika Darren telah mengirimkan 3 video kepada mentornya. Komunikasi via pesan Whatsapp pun hampir tiap hari dilakukan untuk melaporkan masalah dan kemajuan projeknya.

“Video call kami lakukan pada hari pertama untuk menunjukkan alatnya pada mentor. Di hari berikutnya dengan pesan Whatsapp dan video misal video tentang progres kami menambahkan beberapa alat pengubah panas menjadi listrik. Sudah 70%, untuk 30% hanya berupa ide tambahan mentor supaya alat tidak hanya menghasilkan listrik tapi bisa berfungsi lain yang berguna.” Tutur Petrus.

Tak hanya itu, Herry Kwee juga tak keberatan melakukan pertemuan tatap muka dengan anak-anak yang tinggal berdekatan dengannya, yaitu dengan Akbar dan Callista. Biasanya mereka bertemu di sekitar Gading Serpong BSD. 

“Benar, sudah bertemu pak Herry di rumah Akbar setelah pengumuman hasil seleksi 20 orang tersebut. Pak Herry juga sudah melihat alatnya dan mengujinya untuk saran peningkatan kinerjanya. Progresnya sudah 90% hanya sedikit sentuhan handphone android agar dapat memonitor jumlah sabun dan alkohol yang tersisa.” Jawab Riza Muhida selaku pembimbing Muhammad Akbar (3/10).

Hal ini juga dibenarkan oleh pembimbing Callista, yaitu Triana Kusuma. Ia mengaku bahwa selain via whatsapp, ia juga pernah bertemu Herry Kwee di BSD. Herry Kwee juga aktif menanyakan progres karya sains Callista tiap harinya.

“Progres 80%. Minggu ini target selesai dan buat video, Senin kirim video. Apalagi semua yang bertanya dan diskusi anak sendiri sama mentornya jadi anak-anak bisa terbuka ide dan wawasannya.” Jelas Triana Kusuma (3/10)

Terkait mentoring, prosesnya berfokus pada masukkan verbal sedangkan arahan besar lainnya dijelaskan dalam dokumen yang dibagikan dalam google drive. Arahan besar yang dimaksud adalah rangkuman apa saja yang perlu diperbaiki. Misal Akbar yang sudah mengeksekusi 2 masukkan diberikan Herry Kwee.

Sejauh ini,  menurut para pembimbing, proses mentoring sangat membantu anak menyempurnakan karya sains mereka. Riza Muhida, misalnya, mengatakan bahwa mentoring membantu anak untuk melakukan perbaikan hingga karya tersebut semakin cantik dan siap dipresentasikan.

Akhirnya, anak-anak ini terus berjuang sebelum batas pengumpulan video progres terakhir tanggal 8 Oktober 2019. Nantinya anak-anak ini akan melalui tahap seleksi 10 besar dan berjuang hingga sampai puncaknya menjadi yang terbaik.

PDAT/ Bernetta Nindya



Print

 

Comments
Leave a Comment
(not displayed)
CAPTCHA image
Enter the code shown above:

❮❮ Return to previous page