BERITA

Belajar Sains di Perpustakaan Nasional

Posted: 9/13/2019 | Views: 275
“Siapa yang mau main ke situ, ada main masak-masakannya!” teriak perempuan kecil berambut ikal  sembari berlari mengitari ruangan. Anak-anak lain yang berada di ruangan pun menyahut girang sambil ikut berlarian. Ada juga anak-anak yang dengan tenang duduk sambil membaca buku bergambar. Sisanya hanya bercengkrama dengan orang tuanya diiringi tawa.

Keceriaan itu terjadi di salah satu lantai di  perpustakaan nasional. Perpustakaan yang terletak di pinggir jalan lebar itu terlihat tinggi menjulang dengan dinding kaca mengkilap. Terdapat 24 lantai dan salah satunya dikhususkan untuk anak-anak, yaitu lantai 7.

Tak seperti ruang lainnya yang terlihat dinding berlapis warna cat datar dan berdinding putih kaku, ruangan khusus anak ini berbeda. Penyangga ruangnya penuh bergambar paduan warna cerah seperti oranye, putih, biru dan hijau. Lantainya pun beralaskan karpet bulu dengan warna serupa, seperti pelangi. 

Di sudut ruang ada beberapa sofa empuk berwarna putih, tempat para orang tua duduk. Sedangkan di bagian tengah terlihat lapang dengan beberapa rak buku pendek, yang bukunya mudah dijangkau anak. “Ini kura-kura, dek. Yang ini butterfly!” ucap seorang ibu yang datang di sana pada anak laki-lakinya.

‘Ya kami punya beberapa komputer supaya anak bisa belajar teknologi.” Jelas Ari, selaku duta perpustakaan nasional (12/09). Pria yang berambut coklat muda dan bertubuh ramping dengan selempang bertuliskan “DUTA PERPUSNAS” itu menjelaskan dengan senyum dibibirnya. “Anak bisa belajar sains di situ.”

Benar saja, terdapat  5 komputer siap pakai yang terletak di pinggir ruangan. Komputer itu dilengkapi dengan mouse dan layar berwarna putih,  semua komputer dilengkapi  password sehingga  untuk bisa mengoperasikannya perlu  bantuan tour guide perpustakaan.

Melihat sebgaian isinya koleksinya, kehadiran perpustakaan nasional dapat dikatakan memiliki andi mendorong kecintaan anak terhadap sains. Hal itu terlihat dari adanya beberapa eksemplar buku bergambar tentang roket, NASA dan bulan. Buku itu terlihat putih dan sudah mulai kusam tanda sering dibuka berkali-kali. Ada pula buku tentang kendaraan, seperti kereta cepat yang secara tak langsung mengajarkan bagaimana sebuah teknologi bekerja.

Ruangan yang tak dipenuhi rak raksasa dan meja kursi itu menjadikannya cukup luas agar anak dapat bergerak lebih leluasa. Tentu hal ini juga membuat anak semakin aktif dan ceria. “Asyik banget!” Kata Shifa, murid SD Nabawi yang juga sempat bermain di lantai 7. Di sana, ia bisa membaca dan menggambar dengan bebas.

“Tujuan kami memang mengedukasi,” tutur Evi Susianti, satu lagi Duta Perpusnas yang juga berada di sana. Mengedukasi sambil bersenang-senang memang cocok untuk anak-anak karena menambah kreatifitas dan imaginasi.

PDAT/Bernetta Nindya


Print

 

Comments
Leave a Comment
(not displayed)
CAPTCHA image
Enter the code shown above:

❮❮ Return to previous page