BERITA

3 Alasan Mengapa Otomasi Penting Bagi Anak

Posted: 9/10/2019 | Views: 151
“Anak harus mampu membentuk masa depannya sendiri, dengan cara mereka sendiri.” seru slogan NewTechKids. Newtechkids yang merupakan sebuah organisasi yang mengajarkan anak-anak tentang komputer sains di berbagai belahan dunia seakan paham. Jika dunia dalam poros teknologi digital 4.0 akan membawa kita pada perubahan dalam segala bidang.

Jika dulu setiap kegiatan dilakukan secara manual oleh tangan manusia, sekarang muncul istilah otomasi yang mengubah segalanya. Seperti dikutip dari marketbusinessnews.com otomasi adalah penggunaan tenaga komputer yang dikontrol oleh manusia untuk melakukan suatu pekerjaan. Tujuan utamanya meningkatkan efesiensi serta kecepatan kerja. 

Di negara maju seperti Amerika, penggunaan otomasi sangat mudah ditemui dimana-mana. Pabrik besar yang menciptakan suatu produk dalam jumlah masif tentu sudah menggantikan sebagian besar pekerjaan manusia dengan teknologi-teknologi digital yang dapat bekerja tanpa lelah, lebih cepat dan tentu memberikan unsur keseragaman bagi produk. 

Salah satu contohnya adalah perusahaan mobil tenaga listrik Tesla milik Elon Musk, yang sudah menggunakan kemampuan otomasi dalam pembuatan produknya. Tak hanya itu, dikabarkan oleh forbes.com, Elon Musk juga sedang menyempurnakan mobil dengan sistem otomasi ‘full self driving’, yaitu bahwa mobil-mobil Tesla nantinya dapat berjalan tanpa dikendarai.

Berikut alasan mengapa otomasi penting bagi anak, pertama, melihat kebutuhan otomasi yang semakin marak, tentu Indonesia tidak boleh tertinggal. Anak-anak penerus bangsa harus mampu mengikuti langkah cepat industri 4.0 yang berhubungan erat dengan teknologi digital ini.“Tujuannya agar anak-anak ini dapat menjadi pencipta karya dan bukan hanya menjadi konsumer pasif.” Jelas Deborah Carter, pendiri NewTechKids.
 
Kedua, techventurekids.org mendefinisikan masa kini sebagai masa ‘computer driven world’, atau dunia di mana komputer menjadi penggerak banyak sektor. Tentu prospek masa depan anak akan semakin cemerlang ketika mereka mendapatkan kesempatan mempelajari komputer sains bahkan menjadi bagian darinya.

Ketiga, medium.com menjelaskan bahwa otomasi dapat mengakibatkan hilangnya lapangan pekerjaan. Hasil riset dari McKinsey bahkan mengatakan bahwa setengah dari bidang pekerjaan kita akan dapat diotomasi pada 2055 dengan skenario terburuk, 2035. Ketika anak mampu masuk menjadi pencipta maka prospek masa depannya akan lebih terjamin dibanding mereka yang hanya menjadi pekerja pasif.

Seperti dilansir prospect.ac.uk, berikut beragam pilihan profesi yang bisa dikembangkan untuk anak dalam bidang komputer sains, yaitu Application analyst, Applications developer, CAD technician, Cyber security analyst, Data analyst, Database administrator, Forensic computer analyst, Game designer, Games developer, Information systems manager, IT consultant, Machine learning engineer, Multimedia programmer, Penetration tester, SEO specialist, Software engineer, Systems analyst, UX designer, VFX artist, Web designer dan Web developer.

PDAT/ Bernetta Nindya

Print

 

Comments
Leave a Comment
(not displayed)
CAPTCHA image
Enter the code shown above:

❮❮ Return to previous page