imgimg

Hai teman, asyikan membaca hasil penemuan para peneliti. Ilmu pengetahuan mereka sangat bermanfaat buat kehidupan manusia. Nah, untuk itu teman-teman juga bisa seperti mereka menghasilkan karya-karya inovasi.

Pada suatu kesempatan, Presiden Joko Widodo pernah mengatakan, sebagai bangsa yang besar, Indonesia harus memenangkan masa depan, optimistis dan menciptakan peluang di tengah kesulitan. Semua itu bisa diperoleh dengan inovasi dan karya nyata. 

Untuk itu Indonesia harus terus berkreasi, berinovasi dan berprestasi. Karena, untuk membangun kedaulatan negeri dalam bidang teknologi, ilmu pengetahuan, serta rekacipta. Oh ya, rekacipta itu artinya penciptaan atau perancangan, dari yang sebelumnya tidak ada.

Nah, teman-teman tahu gak sebetulnya hasil rekacipta para para peneliti di Indonesia sangat banyak. Bahkan selama pandemi covid-19, sudah banyak hasil karya anak bangsa ini. Berikut beberapa hasil karya anak bangsa kita:

1. CePAD Antigen Test

CePAD berguna untuk mendeteksi keberadaan antigen virus dari sampel nasal swab pada saat viral load-nya sedang tinggi (most infectious), sehingga bermanfaat untuk mengurangi potensi penyebaran penyakit.

Formula CePAD berhasil mengurangi kebutuhan alat tes impor jadi dari Luar Negeri, dan sebentar lagi menghasilkan bahan baku bersumber bahan mentah asli Indonesia untuk dapat digunakan dalam pembuatan Antigen Domestik dan Luar Negeri.

Status; telah memiliki izin edar AKD dengan nomor 20303022358

Institusi; Universitas Padjajaran, PT. Pakar Biomedika Indonesia, PT. Usaha Bersama Jabar, PT. Tekad Mandiri Cipta, Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

2. GeNose

Inovasi Deteksi Pengidap COVID-19 Mendeteksi pengidap dengan cara:

  1. Nafas pasien disample dengan meniup balon/plastik

  2. Sample nafas tersebut dimasukkan ke Sensing Unit yang terdiri dari beberapa puluh sensor udara

  3. AI mendeteksi Partikel/VOC (Volatile Organic Compound) yang dikeluarkan spesifik pengidap COVID-19

Status; telah lulus BPFK dan memperoleh Ijin Edar AKD 20401022883

Institusi; Universitas Gajah Mada, Badan Intelijen Negara, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Luar Negeri

3. Sistem Pencitraan Medis Berbasi AI

Sistem pencitraan medis berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) adalah sistem deteksi COVID-19 menggunakan data citra X-Ray dan Ct-Scan Thorax serta data klinis dan kerentanan pasien.

Sistem ini diintegrasikan dengan RS Online dan CMMS Kemenkes yang dapat diakses oleh seluruh RS di Indonesia.

Status; Mei 2020

Institusi; BPPT, ITB, IAIS, APIC, UK Atma Jaya, UNISBA, riset.ai, TNI AU, Polinema,UNHAN, HealthTech.id, MeHTI, UNESA, UNTAG 1945, Zi.Care, RSUD Koja, Unsyiah, Kemenkes RI, Neurabot, dan RSCM-FKUI.

4. Ventilator Vent-I

Ventilator ini merupakan alat bantu pernapasan berbasis Continuous Positive Airway Pressure (CPAP). Alat ini terutama diperuntukkan bagi pasien yang masih dapat bernapas sendiri (jika pasien COVID-19, mereka yang memiliki gejala klinis tahap 2) dan bukan untuk pasien ICU.

Ventilator portable ini dapat digunakan dengan mudah oleh tenaga medis. Vent-I telah melalui serangkaian proses uji dari Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Kemenkes RI sehingga dinyatakan aman untuk digunakan sebagai ventilator non-invasive untuk membantu pasien COVID-19.

Status; siap diproduksi dengan mitra PT Dirgantara Indonesia.

Institusi; ITB, Unpad, dan Yayasan Pembina Masjid Salman ITB.

5. Mobile Laboratory BSL-2

Mobile Laboratory adalah fasilitas pemeriksaan COVID-19 dengan konsep “drive through/drive thru” yang mendekatkan uji laboratorium pada masyarakat. Mobile Laboratory ini berstandar Biosafety Level (BSL) 2 sehingga dapat melakukan pemeriksaan Rapid Diagnostic Test berbasis antibodi IgG/IgM dan Test RT-PCR COVID-19.

Fasilitas ini terutama penting untuk menjangkau daerah-daerah yang belum mempunyai laboratorium berstandar BSL 2 sebagai syarat untuk melakukan pemeriksaan COVID-19. Fasilitas ini dilengkapi dengan aplikasi m-BSL2 yang terintegrasi dengan aplikasi Pantau COVID-19 (PC19) untuk memudahkan registrasi dan penyampaian hasil secara cepat ke pasien. Direncanakan akan dipinjam-pakaikan untuk uji diagnostik COVID-19 di RS Darurat Wisma Atlet.

Status; siap operasional 20 Mei 2020.

Institusi; BPPT, ITB, IAIS, APIC, IPB, UNISBA, ABI, dan Kemenkes RI.

6. Covalescence Serum

Produk terapi yang berasal dari plasma penyintas COVID-19 yang mengandung antibodi untuk pengobatan pasien COVID-19

Status; Ijin etik dari Balitbangkes telah keluar untuk uji klinik. Saat ini rekrutmen donor di FKUI-RSCM-RSP. Persetujuan BPOM sedang diurus. Clinical Trial telah didaftarkan ke ClnicalTrials.GovPRS (Protocol Registration and Results System), Protocol ID No: 3471041S322342020040800002.

Institusi; RSCM, RSUP Persahabatan, RSPAD GS, RSPI-SS, RSUP Dr. Wahidin S, RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro, RSUD Dr. Soetomo, RSUD Dr. Syaiful Anwar, RSUD Dr. Moerwadi, RS UNAIR dan PMI. Kolaborasi Triparti antara Lembaga Eijkman, RSPAD dan Biofarma.

7. Pesawat N-219

Pesawat perintis buatan dalam negeri yang sesuai dengan kebutuhan transportasi untuk wilayah Indonesia. Desain awal N-219 mulai dibuat pada 2014 dan sejumlah komponen mulai diproduksi 2015.

N-219 pun sudah melakukan serangkaian uji coba hingga memperoleh sertifikat terbang dari Kementerian Perhubungan.

Status; sudah mendapat sertifikat dari Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara Kemenhub pada Desember 2020. Memasuki persiapan untuk produksi masal.

Institusi; Lapan dan PT Dirgantara Indonesia.

8. Vaksin Merah-Putih

Untuk merealisasikan kemandirian vaksin Covid-19 dalam negeri, Pemerintah telah menunjuk 7 tim riset untuk mengembangkan bibit vaksin. Ke-tujuh tim yang berasal dari universitas dan lembaga penelitian melakukan riset dengan pendekatan berbeda.

Status; pengembangan bibit vaksin, kuartal II 2021 sudah ada yang mulai masuk tahap produksi.

Institusi; Lembaga Eijkman, LIPI, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, Universitas Airlangga, dan Universitas Padjajaran.

9. Drone Elang Hitam

Pesawar Udara Nir Awak (PUNA) atau juga disebut drone tengah dikembangkan penelti Indonesia. Dengan sebutan Drone Elang Hitam merupakan jenis Medium Altitude Long Endurance (MALE) mampu terbang 24 jam dan dilengkapi senjata.

Status; mendapat sertifikat tipe dari Indonesia Military Airworthiness Authirity (IMAA), ditargetkan mengundara pada 2021.

Institusi; PT Pindad, PT. LEN, PT. Dirgantara Indonesia.

10. Katalis Merah-Putih

Teknologi pengolahan minyak sawit menjadi bensin, solar, maupun avtur. Kandungan bahan bakar vosil dapat digantikan oleh biohidrokarbon 100% dari minyak sawit dengan katalis Merah-Putih.

Status; beberapa katalis untuk pengolahan minyak mentah sudah berhasil dibangun dan dikomersialisasikan. Pembangunan katalis menjadi salah satu klaster PRN.

Institusi; ITB, Pertamina. (Katalog Kemenristek)