imgimg

HAI teman, tau kah kamu kalau bulan itu punya fase yang akan menentukan bentuknya loh. Pernah engga kalian perhatikan kalau bentuk bulan yang kamu temui sering berubah-ubah, kadang berbentuk bulat sempurna, setengah lingkaran, sabit, bahkan tidak terlihat. Lalu, manakah bentuk bulan yang sebenarnya?

Sebenarnya, bentuk bulan akan dipengaruhi oleh fase dari bulan itu sendiri. Bulan akan selalu berputar mengelilingi bumi atau biasa disebut dengan revolusi bulan.

Untuk sekali berevolusi terhadap bumi, bulan akan membutuhkan waktu 29,5 hari.

Aslinya, bentuk bulan adalah bulat seperti bola. Namun, kalau kita lihat bulan tidak dapat menghasilkan cahayanya sendiri, melainkan memantulkan cahaya dari matahari. Bagian bulan yang terkena oleh sinar matahari juga akan berbeda-beda karena revolusi bulan tersebut.

Umumnya ada delapan fase bulan, di antaranya adalah:

1. Fase New Moon atau Bulan Baru Fase new moon adalah fase di mana bulan berada di tengah-tengah matahari dan bumi. Pada fase ini, cahaya matahari yang seharusnya menyinari bumi akan dihalangi oleh bulan. Akibatnya, bagian bulan yang menghadap bumi tidak terkena cahaya matahari, sehingga bulan tidak akan terlihat dari bumi.

2. Fase Waxing Crescent atau Bulan Sabit Awal Melewati fase new moon, bulan akan bergerak meninggalkan titik tengah antara matahari dan bumi (konjungsi). Pada fase ini, bagian bulan yang terkena cahaya matahari tidak sampai setengahnya. Bulan terlihat dari bumi berbentuk sabit karena cahaya terpantul hanya bagian sabit yang mencapai bumi.

3. Fase First Quarter atau Paruh Awal Fase kuartal pertama ini sering disebut juga dengan fase setengah bulan. Pada fase ini kita bisa melihat setengah bulan terang dan setengah bayangan. Posisi bulan pada fase ini berada pada sudut 90 derajad antara bumi dan matahari.

4. Fase Waxing Gibbous atau Cembung Awal Fase selanjutnya dinamakan waxing gibbous atau cembung awal. Saat ini, bulan berada sedikit di belakang bumi. Bagian yang terkena cahaya matahari adalah 3/4-nya. Sehingga, ketika kita melihat bulan dari bumi, bentuknya menjadi cembung atau 3/4  bulan.

5. Fase Full Moon atau Bulan Purnama Fase full moon terjadi ketika matahari, bumi, dan bulan ada pada satu garis lurus sama seperti saat fase new moon. Namun, posisi bulan yang diterangi matahari menghadap bumi. Cahaya matahari yang seharusnya menyinari bulan, tertutup oleh bumi yang ukurannya lebih besar. Sehingga hasilnya adalah bulan terlihat bulat sempurna.

6. Fase Waning Gibbous atau Cembung Akhir Setelah melewati setengah perjalanan, fase bulan akan kembali ke awal. Pergerakan bulan terus ke barat sehingga cahaya matahari sedikit tertutup oleh bumi. Hasilnya, bulan terlihat kembali cembung atau 3/4 bagian.

7. Fase Third Quarter atau Paruh Akhir Di saat posisi bulan sudah mencapai 1/2 putaran, cahaya matahari menyinari setengah bagian bulan. Sehingga dari bumi, bulan terlihat setengah lingkaran.

8. Fase Waning Crescent atau Bulan Sabit Akhir Pada fase ini bulan akan kembali berbentuk sabit. Saat ini, bulan sudah hampir mengitari bumi sebanyak satu putaran penuh. Mengakhiri fase bulan ini, bulan akhirnya akan kembali ke posisi awal (new moon), di mana bulan akan berada di depan bumi dan kembali tidak terlihat.

Nah, fase-fase inilah yang menentukan bentuk bulan yang terlihat dari bumi kita. Wajar saja kalau bentuknya kerap berubah dari waktu ke waktu.

Ayo bentuk bulan apa yang jadi favoritmu? Kalau aku sih bulan purnama, cantik, indah dan terang. (Gan/S-1)