imgimg

HAI, pernahkah kau menatap langit di pagi atau siang hari? Kalau cuacanya sedang cerah pasti langit akan berwarna biru dengan sedikit gumpalan putih mirip kapas di sekitarnya.

Tahu kah kamu apa kah gumpalan itu? Jawabannya adalah awan. Lalu apakah awan itu?

Awan merupakan massa tetesan air atau kristal es yang menggantung di atmosfer. Awan terbentuk ketika air mengembun di langit.

Dilansir dari National Aeronautics and Space Administration (NASA), air yang mengembun terjadi karena adanya kondensasi.

Awan menjadi salah satu unsur yang penting dari cuaca dan iklim di bumi.

Pengertian awan secara definitif adalah sekumpulan tetesan air atau kristal es di dalam atmosfer yang terjadi karena pengembunan atau pemadatan uap air yang terdapat di udara.

Lalu, bagaimana sih proses terbentuknya gumpalan awan? Jadi begini ya teman, udara yang ada di sekitar kita selalu mengandung uap air. Uap air yang meluap akan menjadi titik-titik air dan terbentuklah awan.

Terbentuknya awan melalui beberapa cara. Pertama, Udara yang panas akan mengandung banyak uap di udara. Udara panas tersebut akan naik tinggi hingga berada di satu lapisan dengan suhu yang lebih rendah. Uap tersebut mencair dan terbentuklah awan.

Kedua, jika awan sudah terbentuk, titik air dalam awan menjadi lebih besar dan awan akan semakin berat. Perlahan daya tarikan bumi menarik awan ke bawah, hingga sampai pada satu peringkat, titik-titik tersebut jatuh ke bawah dan jadilah hujan.

Ketiga, jika titik-titik air bertemu dengan udara panas, maka titik air akan menguap dan awan tersebut akan hilang. Hal inilah yang membuat bentuk awan selalu berubah-ubah. Air dalam awan akan bergantian menguap dan mencair.

Selain itu, ternyata awan yang selalu kita lihat lembut itu ada beberapa jenis awan loh teman.

1. Jenis Awan tinggi

Awan tinggi adalah awan yang berada di ketinggian antara 6-12 kilometer di atas permukaan laut (dpl). Terdiri dari kristal es dan memiliki beberapa kategori.

Kategori awan Cirrus merupakan awan halus dengan struktur seperti serat. Berbentuk seperti bulu burung dan tersusun seperti pita yang melengkung di langit. Sehingga awan ini tampak bertemu di satu atau dua titik pada horizon. Sering terdapat kristal es di dalamnya dan awan tidak menimbulkan hujan.

Kemudian Cirrostratus, yakni berupa awan berbentuk seperti kelambu putih yang halus dan rata menutup seluruh langit sehingga tampak cerah. Terkadang awan ini juga berbentuk seperti anyaman yang tidak beraturan. Awan ini sering menimbulkan hallo, yaitu lingkaran yang bulat dan mengelilingi matahari atau bulan dan biasa terjadi pada musim kering.

Ada juga katagori Cirrocumulus yaitu, awan yang berpola putus-putus dan penuh dengan kristal es. Awan ini sering berbentuk seperti segerombolan domba dan menimbulkan bayangan di permukaan bumi.

2. Jenis Awan Menengah.

Awan jenis ini biasanya berada di ketinggian antara 3-6 kilometer dpl. Awan Menengah memiliki beberapa kelompok.

Kelompok pertama adalah Altocumulus. Awan ini berukuran kecil tetapi berjumlah banyak. Berbentuk seperti bola yang tebal berwarna putih hingga pucat. Awan kelompok ini memiliki warna kelabu di beberapa bagian. Awan ini bergerombol dan sering berdekatan sehingga tampak saling bergandengan.

Kelompok kedua adalah Altostratus. Awan ini bersifat luas dan tebal dengan warna kelabu.

3. Jenis Awan Rendah.

Awan jenis ini adalah awan yang berada di ketinggian kurang dari 3 kilometer dpl. Awan jenis ini memiliki beberapa kelompok.

Kelompok pertama adalah Stratocumulus. Awan ini berbentuk bola-bola yang sering menutupi seluruh langit sehingga tampak menyerupai gelombang di lautan. Awan ini sangat tipis dan tidak menimbulkan hujan.

Kelompok kedua adalah Stratus. Kelompok awan ini berada pada posisi yang rendah dan sangat luas dengan ketinggian kurang dari 2.000 meter. Awan ini menyebar seperti kabut dan tampak berlapis-lapis. Awan ini juga tidak menimbulkan hujan.

Kelompok ketiga adalah Nimbostratus. Awan kelompok ini berbentuk tidak menentu dengan tepi yang tidak rapi. Awan ini menimbulkan hujan gerimis, berwarna putih sedikit gelap, dan penyebarannya di langit cukup luas.

4. Jenis Awan Akibat Udara Naik.

Awan ini biasanya berada pada ketinggian antara 500 meter hingga 1.500 meter dpl. Awan jenis ini berupakan sejumlah kelompok.

Kelompok pertama adalah Cumulus. Awan ini berbentuk tebal yang terbentuk pada siang hari karena udara yang naik. Awan akan terlihat terang jika mendapatkan sinar langsung dari matahari dan terlihat bayangan berwarna kelabu jika mendapatkan sinar di sebagian sisinya.

Kelompok kedua Cumulonimbus. Awan ini menimbulkan hujan dengan kilat dan guntur. Memiliki volume besar dengan ketebalan yang tinggi. Awan ini berada pada posisi rendah dan dengan puncak yang tinggi sebagai menara.

Yang perlu kamu ketahui juga terjadinya hujan tidak tergantung pada tebal tipisnya awan, namun musim. Pada musim kering, meski awan tinggi tebal belum tentu turun hujan, karena hujan akan turun karena faktor dominan angin. Demikian teman tentang awan, sekian. (Gan/S-1)